Thursday, 10 June 2010

Dalam Sehari, 10 WN JEPANG Masuk Islam, Sekolah Islam Pertama Di Tokyo Bakal Didirikan!!




Katagori : Muslim Convert News
Oleh : Redaksi 30 Aug 2007 - 10:24 pm

Dr Zakaria Ziyad, kepala Lembaga Kaum Muslimin (LKM), di Jepang mengungkapkan, Islamic Center yang terletak di ibukota Jepang, Tokyo tengah merintis pendirian sekolah Islam pertama di Jepang. Ia menambahkan, sebagian data statistik menunjukkan, dalam sehari, sekitar 10 WN Jepang masuk Islam.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar ‘Khaleej’ yang terbit di Emirat, Ziyad, mengatakan, saat ini telah dibeli sebidang tanah di dekat Masjid Terbesar di Tokyo. Rencananya akan didirikan sebuah sekolah di areal tersebut.

Ziyad, yang mengajar sebagai dosen di Tokyo University dan juga ketua Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) di Jepang menyiratkan, kaum Muslimin di Jepang selalu ragu-ragu untuk membangun masjid. Akibatnya, di seantero Jepang baru ada sekitar 50 buah masjid saja yang harus melayani ribuan kaum Muslimin.

Padahal, konstitusi Jepang menyatakan tidak ikut campur dalam permasalahan keyakinan agama. Sayangnya, kaum Muslimin masih tidak mampu untuk mendirikan masjid, yang sebetulnya merupakan pintu penting untuk menjaga identitas Islam dan kaum Muslimin di Jepang.

Ziyad menyebutkan, di antara masjid paling menonjol yang ada di negeri itu adalah masjid ‘Nagoya’ yang didirikan oleh Kementerian Wakaf, Uni Emirat Arab. Pendiriannya saat itu menelan biaya sebesar 1,5 juta Dolar AS yang didesain dengan gaya arsitektur tercanggih. Selain itu, ada juga masjid Besar Tokyo dan Osaka.

Sejumlah masjid dan mushalla yang ada di Jepang kekurangan imam dan para khatib yang seharusnsya dapat memberdayakan kaum Muslimin Jepang dan mengenalkan kepada mereka prinsip-prinsip agama. Kebanyakan Dai kaum Muslimin yang dikirim negara-negara Arab dan Islam tidak menguasai bahasa Jepang.

Zakaria mengingatkan, negeri Sakura tersebut amat memerlukan seorang Mufti yang bersedia tinggal di tengah kaum Muslimin di Jepang agar dapat memberikan fatwa agama yang benar kepada mereka. Ia mengatakan, semua orang akan mengenal seberapa besar problematika yang dihadapi manakala mengetahui bahwa jumlah imam yang ada saat ini di Jepang tidak lebih dari 5 orang saja.!!

Ia menyebutkan, salah satu organisasi Islam di Jepang telah membeli sebidang tanah di dekat ibukota Jepang, Tokyo. Di atas tanah itu, didirikan sejumlah pekuburan yang sedianya menjadi tempat kaum Muslimin yang meninggal dunia dikuburkan secara gratis. Hal ini, mengingat harga tanah di Jepang amat mahal. Demikian pula, dapat menguburkan kaum Muslimin sesuai dengan syariat mereka. Sebab orang-orang Jepang membakar jenazah orang-orang yang meninggal dunia di kalangan mereka.

Zakaria mengimbau kepada negara-negara Arab dan Islam agar membantu kaum Muslimin Jepang dengan mengirimkan para Dai yang bekerja menyebarkan pengetahuan Islam. Dalam waktu yang sama, ia juga meminta yayasan-yayasan dakwah Islam besar untuk meningkatkan kerja kerasnya di Jepang. Hal ini mengingat negeri matahari itu dinilai sebagai ladang yang subur untuk penyebaran dakwah Islam.

Ziyad mengatakan, masyarakat Jepang tidak menyimpan rasa benci terhadap Islam ataupun kaum Muslimin. Belum pernah terjadi, ada seorang Muslim yang mengalami kesulitan atau masalah, baik ia seorang WN pribumi Jepang maupun warga pendatang. Ia menyiratkan, pemerintah dan rakyat Jepang memberikan kaum Muslimin kebebasan total dalam menjalankan syiar agama mereka.

Ia juga mengatakan, Islam masuk ke Jepang sudah sejak 200 tahun lalu melalui para pedagang Muslim. Sebagian WN pribumi Jepang yang masuk Islam di luar negaranya kembali ke sana menyebarkan Islam.

Jumlah kaum Muslimin dari WN pribumi Jepang ada sekitar 100.000 ribu orang. Sedangkan kaum Muslimin non WN asli Jepang dari kalangan pendatang yang tinggal di Jepang mencapai 150.000 orang Muslim.

Sedangkan mengenai aktifitas LKM dan IMM di sana, Zakaria mengatakan, lembaga itu didirikan untuk mengurusi permasalahan kaum Muslimin di Jepang. Sedangkan IMM didirikan tahun 1960 dengan tujuan memperhatikan para mahasiswa Muslim yang belajar di Jepang. Di samping itu, menyediakan buku-buku tentang pengetahuan Islam dan memberikan kemudahan bagi kaum Muslimin dalam menjalankan keseharian mereka. Begitu pula, berkat koordinasi dengan sejumlah lembaga-lembaga Islam, di antaranya Lembaga Kaum Muslimin, keduanya sama-sama mengawasi anak-anak generasi baru dari kalangan kaum Muslimin. Di samping itu, IMM juga menyediakan ‘Islam Guide’ untuk membantu para pemuda Islam mengenal lokasi-lokasi makanan halal dan menjalankan syiar-syiar dan ibadah-ibadah Islam.

Kehilangan identitas Islam merupakan problem paling krusial yang dihadapi generasi-generasi baru Islam Jepang. Demikian seperti diungkapkan Zakaria yang menjelaskan, bahwa penyebab hal itu adalah karena tidak adanya satu sekolah Islam pun di Jepang hingga saat ini.! (almkhtsr/AS/alsofwah.or.id)

Monday, 31 May 2010

Bung Karno penggali Pancasila dan Presiden pertama Republik Indonesia. Beliau adalah Proklamator sekaligus pembangkit dan penggerak rakyat untuk melawan penjajahan sehingga Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dalam rangka peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2010 pantaslah kita mengenang, menghargai dan menghormati sang penggali. Pancasila sudah jarang dibicarakan orang. Mungkin sekedar dianggap kata-kata tanpa makna dalam pembukaan UUD 1945. Padahal, selain sebagai perekat bangsa Pancasila adalah way of live serta tujuan dari bangsa Indonesia sendiri yang sampai saat ini belum sempurna dicapai....

Monday, 26 April 2010

150 tahun buku Max Havelaar oleh Multatuli (E.Douwes Dekker)



Salah satu bagian yang menarik dalam Film Max Havelaar adalah bagian akhir, dimana Max memprotes institusinya sendiri yaitu pemerintah Hindia Belanda atas segala tindak tanduk yang kurang berperikemanusiaan. Pemerintah Hindia Belanda adalah pemerintah Kolonial yang bejad, korup dan menyengsarakan rakyat. Dan itu sebuah kenyataan yang ingin dibela baik oleh tokoh dalam buku Max Havelaar maupun oleh Multatuli sendiri (nama samaran E.Douwes Dekker) sang pengarang, yang memang pernah secara nyata menjadi pegawai Kolonial di Lebak. Dalam cerita, akhirnya Max Havelaar pulang kenegeri Belanda dalam kondisi sengsara dan terhina. Demikian pula Multatuli. Pantaslah kita memuliakan tokoh kontroversal Belanda yang melawan kolonialisme Belanda ini. Pemerintah Hindia Belanda telah menindas orang pribumi dan menguntungkan kaum Pangreh Pradja yang bertindak sebagai alat mereka. Marilah kita peringati 150 tahun terbitnya buku Max Havelaar tersebut.

Sunday, 11 April 2010

Suksesi 1966-1967

Siapa tidak sangsi kalau Suksesi Soekarno kepada Soeharto berjalan seperti itu. Bukankah Soekarno yang melantik Soeharto sebagai Menpangad menggantikan Akhmad Yani. Lalu Soekarno yang menerbitkan Supersemar yang diserahkan dan diemban Soeharto untuk dilaksanakan. Itu cerita awal peralihan kekuasaan sampai terbentuknya Presidium Kabinet Ampera I dimana Soekarno tetap Presiden dan Soeharto adalah ketua Presidium. Semua mengalir sampai Sidang Umum MPRS ke IV Juni 1966. Supersemar, secarik kertas perintah eksekutif soal pengamanan berubah fungsinya menjadi Tap MPRS no IX 1966 . Sebenarnya tanggal 20 Februari 1967 Soekarno telah menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto. Tapi saat Sidang Istimewa MPRS Maret 1967 terbitlah Tap MPRS no XXXIII 1967 yang isinya pencabutan kekuasaan dari tangan Soekarno dan menyerahkannya ketangan Pejabat Presiden Jenderal Soeharto. Sejak itu kurang lebih Soekarno bukan apa-apa lagi dan kemudian menjadi tahanan rumah sampai hari wafatnya tanggal 21 Juni 1970. Soekarno mencintai Indonesia sampai akhir hayatnya.

Monday, 5 April 2010

KRI Dewaruci

Kapal berukuran 58,5 meter dan lebar 9,5 meter dari kelas Barquentine ini dibangun di H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman dan merupakan satu-satunya kapal layar tiang tinggi produk galangan kapal itu pada 1952 yang masih laik layar dari tiga yang pernah diproduksi. Pembuatan kapal ini dimulai pada tahun 1932, namun terhenti karena saat Perang Dunia II galangan kapal pembuatnya rusak parah. Kapal tersebut akhirnya selesai dibuat pada tahun 1952 dan diresmikan pada tahun 1953. Pada bulan Juli 1953 dilayarkan ke Indonesia oleh awak kapal Jerman dan Indonesia. Setelah itu KRI Dewaruci yang berpangkalan di Surabaya, ditugaskan sebagai kapal latih yang melayari kepulauan Indonesia dan juga ke luar negeri.

Saturday, 3 April 2010

Kusworo putra Dr Setia Budi



Kusworo adalah putra dari Dr Setia Budi. Siapa Setia Budi atau Douwes Dekker itu ? Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker (umumnya dikenal dengan nama Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi; lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 8 Oktober 1879 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 29 Agustus 1950 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan dan pahlawan nasional Indonesia. Ia adalah salah seorang peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20, penulis yang kritis terhadap kebijakan pemerintah penjajahan Hindia-Belanda, wartawan, aktivis politik, serta penggagas nama "Nusantara" sebagai nama untuk Hindia-Belanda yang merdeka. Setiabudi adalah salah satu dari "Tiga Serangkai" pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia, selain dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Karena kegiatannya melawan Kolonialisme, dia dibuang ke Afrika Selatan dan baru kembali ke Indonesia setelah kemerdekaan pada tahun 1947.
Dr Kartono Mohamad :
Sebuah berita di antara berita tentang nasib janda pahlawan kemerdekaan yang diadili karena menempati rumah dinas. Di tengah hiruk pikuknya pegawai pajak golongan IIIA yang mempunyai kekayaan berpuluh milyar hanya dalam waktu lima tahun setelah bekerja di kantor pajak. Diseling berita anggaran untuk mengentaskan kemiskinan sebesar 3,6 triliun untuk 13 provinsi, sementara dana bail out bank century sebesar 6,7 triliun untuk beberapa gelintir orang. Di antara slogan pemerintah yang katanya pro-rakyat.
Salam Historia!
KM


Clip diatas diambil dari: http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newscatvideo/sosbud/2010/04/02/102670/Anak-Dauwer-Dekker-Terlunta-lunta

Thursday, 1 April 2010

Film zaman Baheula

Sejarah Bioskop di Bulan Film

Hitung punya hitung, usia bioskop di Indonesia sudah lebih dari satu abad. Hampir 110 tahun, jika dirunut dari pemutaran film pertama di sebuah rumah di kawasan Kebondjae, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 5 Desember 1900. Harga tiket pada saat itu adalah setengah gulden hingga 2 gulden. Dan yang diputar adalah film bisu, hitam-putih, berisi kedatangan "Sribaginda Maharatoe Olanda bersama-sama Jang Moelja Hertog Hendrik" ke kota Den Haag.Sebelum itu, konsep pertunjukan film atau yang lebih dikenal dengan istilah gambar idoep lebih seperti bioskop keliling. Yakni dengan mendirikan bangunan sederhana berdinding gedek dan beratap seng di lapangan terbuka, seperti di Pasar Gambir, di muka Stasiun Kota, dan Lokasari di Mangga Besar. Dengan begitu, lokasi "bioskop sementara" itu selalu berubah-ubah.Berdasarkan catatan sejarah itu, awal mula kehadiran bioskop di Tanah Air terhitung hanya berselang empat tahun setelah kelahiran bioskop pertama di dunia. Banyak literatur menyebut tanggal 1 Januari 1896 sebagai hari kelahiran bioskop di dunia. Ketika itu, Auguste dan Louis Lumiere pertama kali mempertontonkan gambar hidup dengan tiket di Grand Cafe, Boulevad des Capucines, Paris, Prancis.Arsip sejarah yang menghubungkan keterangan waktu kelahiran bioskop pertama di dunia dan di Indonesia itu adalah petikan awal materi "Pameran Sejarah Bioskop Indonesia". Pameran ini digelar di selasar Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, sepanjang Maret tahun ini. Bulan Maret disepakati sebagai Bulan Film Nasional. Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, momen itu diperingati dengan rangkaian acara yang mengambil tema "Sejarah Adalah Sekarang".Selain "Pameran Sejarah Film Indonesia", perhelatan yang diprakarsai Kineforum dan Komite Film Dewan Kesenian Jakarta itu juga menyelenggarakan pemutaran film-film Indonesia dari berbagai periode dengan berbagai tema.Selain itu, perhelatan "Sejarah Adalah Sekarang" yang memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini juga menghadirkan sejarah industri musik Indonesia yang berkaitan dengan produksi film. Penelusurannya dilakukan dalam format diskusi, konser musik, pesta kostum, dan --tentu saja-- pemutaran film yang diwakili Duo Kribo (1977) dan Ambisi (1973).Bulan Film Indonesia ini juga mengenang dan mengapresiasi almarhum Soekarno M. Noer. Ia seorang aktor watak yang kuat, dan kemampuan aktingnya dinilai membawa dinamika dalam khazanah seni peran di film-film Indonesia selama tiga dekade. Dalam sesi "Body of Works: Soekarno M. Noer", diputar tujuh film yang dibintangi ayah aktor Rano Karno ini. Antara lain Pagar Kawat Berduri (1961) dan Opera Jakarta (1985).Ardi Yunanto, kurator dan anggota tim riset pameran sejarah bioskop di Indonesia, menyebutkan bahwa pameran ini rutin digelar sebagai bagian program peringatan Bulan Film Indonesia sejak 2008. Dari tahun ke tahun, materi informasi dalam pameran ini diperbarui dan ditambahkan.Tidak ada strategi khusus yang dikembangkan untuk menunjang riset pameran sejarah bioskop ini. Maklum, biaya yang tersedia sangat terbatas. Tahun 2010 ini, misalnya, pameran ini hanya mendapat jatah Rp 10 juta. Uang sebesar itu sebagian besar dialokasikan untuk ongkos mendisplai pameran.Pameran sejarah bioskop di Indonesia dikemas secara sederhana. Panel-panel disusun memanjang dan di dalamnya termuat informasi sejarah yang disusun secara kronologis dari tahun 1891 hingga 2009. Informasi sejarah bioskop ditempatkan di atas garis waktu. Sedangkan di bawah garis waktu, terpapar petikan informasi sejarah sosial-politik di Indonesia dan dunia. Di antara itu, disisipkan foto dan teks tentang gedung-gedung bioskop dari zaman baheula yang didapat dari Sinematek Indonesia.Hal yang membedakan pameran pada tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya, menurut Ardi, adalah penambahan informasi sejarah bioskop dalam rentang 1900-1970-an. Dan satu lagi modus yang bahkan tidak ada dalam pameran sebelumnya, yakni pemaparan informasi sejarah sosial-politik yang seolah menyertai perkembangan sejarah bioskop di Indonesia.Disebut "seolah", karena meski berada dalam satu garis waktu, kenyataannya hampir seluruh petilan informasi sejarah sosial-politik yang dipilih tidak memiliki relasi dengan teks sejarah bioskop. Misalnya, tahun 1920, teks sejarah bioskop memuat kelahiran Bioskop Concordia yang kini menjadi Gedung Merdeka di Bandung dan kelahiran Bioskop Elite di kawasan Pintu Air, Jakarta. Teks sosial-politik untuk tahun yang sama memuat informasi tentang William L. Potts, seorang polisi Amerika Serikat yang menciptakan lampu lalu lintas otomatis pertama untuk mobil.Atau informasi tentang kelahiran Masyarakat Film Indonesia pada 3 Januari 2007 yang diawali dengan protes sekelompok sineas atas terpilihnya film Eskul yang dianggap "plagiat" sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia tahun 2006. Informasi sosial-politik yang "mengiringi" data itu adalah tentang sekitar 1.000 anggota DPRD provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia yang melakukan protes dan demonstrasi untuk merevisi PP Nomor 37/2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD, yang mereka nilai "menyunat" uang tunjangan komunikasi.Dengan begitu, informasi sosial-politik yang terpapar dalam pameran ini lebih berperan sebagai informasi pembanding atas sejarah bioskop. Seperti air dan minyak dengan berat jenis berbeda. Selain itu, metode pemutakhiran dan pengelolaan data dalam pameran ini terasa lebih berorientasi pada catatan masa lalu. Para peneliti sempat memutakhirkan temuan informasi seputar bioskop pada kurun 1900-1970-an, tapi luput mencatat kejadian aktual.Pada Januari-Februari 2010, Pemerintah Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, tercatat "menggusur" dan membongkar tiga bangunan bersejarah bekas bioskop: Benteng Hebe, Garuda, dan Surya, yang berusia rata-rata satu abad. Di lokasi dua bioskop yang terakhir disebutkan akan didirikan gedung pertemuan, sedangkan bangunan eks Bioskop Benteng Hebe malah tercatat dalam daftar cagar budaya. Informasi itu luput dalam entry pameran sejarah bioskop tahun 2010 ini.Sebagai catatan, informasi paling buncit tentang sejarah bioskop dalam pameran ini adalah mengenai upaya peninjauan kembali Undang-Undang Perfilman yang mengemuka dalam pertemuan 32 pemangku kepentingan film di kantor Badan Pertimbangan Perfilman Nasional, Jakarta, pada 8 Oktober 2009.Namun, di luar itu, materi sejarah bioskop terasa asyik dan menggelitik untuk disimak. Seperti informasi pada akhir Desember 1929 yang menandai diputarnya film bitjara pertama di Indonesia. Ketika itu, Bioskop Oost Java dan Stadstuin, Surabaya, memutar film The Rainbow Man yang dibintangi Marion Nixon dan Franky Draro. Lahirnya bioskop-bioskop film bitjara ini membuat dialog-dialog dalam film asing tidak dimengerti oleh penonton pribumi.Ada juga informasi tentang gejala munculnya aktivitas seksual di dalam gedung bioskop mulai tahun 1920-an. Lahirnya undang-undang pertama tentang film dan bioskop pada 1916 yang berisi tentang pembentukan komisi pemeriksaan (sensor) film di Indonesia yang anggotanya ditunjuk langsung oleh gubernur jenderal. Hingga larangan Pemerintah Indonesia atas keikutsertaan film Lewat Djam Malam dalam Festival Film Asia (FFA) pada 1955 yang memicu lahirnya Festival Film Indonesia pertama.Petilan-petilan informasi dalam "Pameran Sejarah Film Indonesia" adalah model perangkuman pencatatan sejarah yang sangat terbuka pada upaya-upaya pemutakhiran data. Sebuah prakarsa sederhana yang sangat berharga.

Oleh: Bambang Sulistiyo